Rabu, 28 November 2012

Gawat! Toyota 86 dan Subaru BRZ Bermasalah!



Los Angeles, KompasOtomotif — Toyota 86, mobil sport kompak yang menggunakan mesin boxer dari Subaru, menjadi pilihan dengan suara terbanyak pada IIMS ke-20 yang berakhir pekan lalu. Hal ini membuktikan, mobil tersebut mempunyai daya tarik tinggi bagi konsumen.
Meski laris manis, ternyata di Amerika Serikat, produk hasil kolaborasi Toyota dan Subaru ini bermasalah. Beberapa konsumen, baik pemilik 86 maupun BRZ melaporkan kalau mesin mobilnya tiba-tiba mati dan sulit dihidupkan kembali.

Kesimpulan Toyota dan Subaru yang telah mendalami laporan tersebut mengatakan, masalah muncul karena pemetaan (mapping) pada komputer mesin (ECU) terganggu. Ditambahkan, tidak ada masalah teknis yang terjadi pada mesin.

Kendati demikian, bagi beberapa konsumen yang mengaku sudah melakukan perbaikan, gangguan tersebut tetap saja terjadi. Menanggapi hal tersebut, Brian Lyons selaku juru bicara Toyota, mengatakan, "Komputer baru mesin perlu beradaptasi dengan rangkaian komponen lain (juga diatur oleh komputer mesin). Komputer juga akan beradaptasi dengan cara pengemudi mengendarai mobilnya. Sampai jarak 160 km, memori komputer akan menyimpan data-data tersebut."
Kode eror
Dijelaskan, masalah tersebut terjadi karena coding peranti lunak tidak bisa diindentifikasi oleh ECU. Khususnya proses adaptasi dengan perilaku pengemudi. Saat itu mesin tidak menemukan titik toleransi. Peranti lunak tidak berfungsi atau mengalami anomali.

Upaya ECU mengetahui perilaku mengemudi tidak sesuai dengan program yang dibuat. Akibatnya mesin ngadat. ECU memberi indikasi gangguan melalui lampu di panel instrumen. Ketika dicek dengan checker, muncul kode eror "P00019".
Belum 160 km
Toyota mengatakan, mobil yang dimiliki konsumen di AS saat ini belum menempuh jarak 160 km. Untuk perbaikan, teknisi akan me-refresh komputer mesin dengan pemetaan yang tepat. Jika sudah digunakan lebih dari 160 km, maka komputer mesin harus diganti.
"Masalah ini melibatkan kerja VVT, tetapi tidak memerlukan perbaikan mekanis. Tindakan selanjutnya, komputer harus bisa memperbesar toleransi deteksi untuk mencegah anomali," beber Lyons.
Subaru
Tanggapan Subaru tentang hal ini sama dengan Toyota, yaitu pemetaan pada ECU yang terganggu. Untuk mengatasinya, tidak perlu mengganti komponen, tetapi cukup penyetelan ulang.
"Masalah ini tidak ada kaitannya dengan jarak tempuh. Tidak perlu mengganti ECU sampai jarak tempuh tertentu. Fisik komputer (hardware) tidak ada yang rusak," ungkap juru bicara Subaru, Dominick Infante.
Lyons menambahkan, semua mobil yang melapor ke bengkel resmi sejak pertengahan Agustus lalu seharusnya sudah selesai menjalani pemetaan ulang (remapping) ECU. Berdasarkan pemeriksaan, tidak semua komputer mesin bermasalah.
Tidak puas
Para pemilik Toyota 86 dan Subaru BRZ di Amerika Serikat kini mengaku tidak puas karena kinerja mobilnya tidak maksimal. "Milik saya sudah menginap tiga pekan di bengkel. Suku cadangnya lagi dipesan," ujar salah satu pemilik Scion FR-S (nama Toyota 86 di AS) dalam forum FT86Club.com. "Gigi kem (cam gear) VVT-i dan katup kontrol oli sudah diganti. Namun, paking masih dipesan," lanjut  pemilik tersebut.
Kendati Infante mengatakan, gangguan pada pemetaan ECU sebenarnya sangat langka, tetapi melalui FT86club, sudah100 anggota yang mengaku mengalami hal sama. Mereka menjelaskan, pemetaan ulang belum memecahkan masalah. Mereka justru harus harus bolak-balik ke bengkel untuk perbaikan lain.

Di lain hal, Toyota dan Subaru belum mengeluarkan data, yaitu jumlah mobil yang mengalami masalah, mesinnya ngadat karena pemetaan komputer yang ngaco.


sumber info  : http://otomotif.kompas.com/read/2012/10/05/4577/Gawat.Toyota.86.dan.Subaru.BRZ.Bermasalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar